MAHASISWA KREATIF SUKSESKAN BANGSA
Menjadi Pemuda Yang Berwawasan Internasional Dan Berkarakter
Nasional
Sejenak mari
kita kembali kepada sejarah Bangsa terdahulu di mana sudah menjadi kewajiban bagi setiap Pemuda dan
Mahasiswa dalam memperjuangkan pembangunan Bangsa. Mahasiswa dan Pemuda selalu
menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari unsur-unsur pelaku perubahan di negeri ini. Sebut saja sejak masa
Kebangkitan Nasional 1920, Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi Kemerdekaan RI 1945,
hingga masa awal Orde Baru 1966 dan Orde Reformasi 1998, Mahasiswa sebagai
pemuda harapan bangsa senantiasa memberi kontribusi positif
serta memberi warna benderang terhadap dinamika perkembangan dan pembangunan
bangsa dan negara Republik Indonesia.
Dalam proses
pembangunan bangsa, Mahasiswa dan Pemuda merupakan kekuatan moral, kontrol
sosial, dan agen perubahan sebagai perwujudan dari fungsi, peran,
karakteristik, dan kedudukannya yang strategis dalam pembangunan nasional.
Mahasiswa dan pemuda memang erat kaitannya dengan perubahan.. Hal ini terbukti
sejak dahulu sebagaimana yang dikatakan oleh bapak kita Ir. Sukarno “Berikan
Aku Sepuluh Pemuda, maka akan Aku gunjangkan dunia”. Betapa besarnya perang
pemuda dalam pembangunan bangsa menjadi lebih baik lagi. Oleh sebab itu perlu
ditekankan kembali dalam benak para pemuda dan mahasiswa akan peran mereka
tersebut.
Mahasiswa
sebagai pemuda yang mendapatkan kesempatan istimewa untuk mengembangkan ilmunya
dalam dunia pendidikan formal, memiliki peran yang lebih. Tak cukup dengan intelektualitas
semata dalam membangun kesuksesan bangsa, dalam hal ini mahasisiwa bisa
meningkatkan kreatifitas mereka. Sementara isu yang tersebar dikalangan
masyarakat memandang mahasiswa sebagai pemberontak bangsa dengan aksi demonya
yang disertai tindak anarkis. Sehingga banyak dari mahsiswa yang menjadi
aktifis pendidikannya tertunda kelulusannya bahkan samapai di DO oleh
Universitas. Lalu, mau dibawa kemana masa depan bangsa kita ini kalau pemudanya
saja seperti itu?
Jika melihat
fenomena yang terjadi sekarang memang bertolak belakang dengan prestasi pemuda
yang terukir dalam sejarah Nasional. Namun, bagi para pemuda janganlah berkecil
hati terlebih dahulu justru tantangan yang harus dihadapi semakin banyak dan
tentunya berbeda dengan dahulu. Pemuda masa kini dituntut lebih bijak dalam
menanggapi permasalahan-permasalahan yang ada. Lalu tindakan apa yang
seharusnya mahasiswa lakukan untuk mengembalikan citra para pemuda masa lalu
yang kini tinggal sejarah saja?
Sebagai agent
of change mahasiswa dituntut bukan hanya menjadi bagian dari perubahan
saja, melainkan pencetus perubahan itu sendiri. Sebagai agent of change,
mahasiswa mempunyai tanggung jawab besar dalam membuat perubahan-perubahan
mendasar dalam masyarakat, apalagi saat ini dinamika masyarakat begitu cepat
berubah seiring perubahan global.
Untuk
mensukseskan bangsa, tidak hanya dilakukan dengan pergi ke medan perang
mangagkat senjata, melakukan peperangan. Ssudah bukan masanya lagi seperti itu,
akan tetapi medan peperangan yang sedang dialami lebih komplek lagi, tak
sekedar menguras tenaga otot melainkan juga tenaga otak terkuras habis
untuknya. Maka dari itu sebagai pemuda bangsa, mahasiswa bisa mewujudkannya
melalui jalan pendidikan yang selama ini ditempuh. Kalau diruntut segala
sesuatu itu berawal dari pengetahuan dan pengetahuan didapat dari adanya
pendidikan baik secara formal maupun non formal.
Keistimewaan
yang dimiliki seorang mahasiswa akan semakin bersinar lagi dengan adanya
tindakan yang berarti berangkat dari keahliannya memahami pendidikan dan
pengaplikasiannya dalam kehidupan nyata. Mengenyam pendidikan saja dirasa
kurang cukup untuk mengantarkan bangsa pada kesuksesan, meski diimbangi juga
dengan penanaman karakter. Jadi pendidikan karakter dalam hal ini penting bagi
seorang mahasiswa untuk bisa bersaing di kelas Dunia. Itulah yang jalan bisa
mengantarkan bangsa pada pintu kesuksesan dengan menjadi mahsiswa yang
berwawasan kelas internasional namun tetap dengan pribadi bangsa Indonesia.
Karena diantara masalah yang melanda bangsa ini adalah terkikisnya karakter
bangsa, penyakit ini banyak melanda kaula muda akibat kurangnya pengawasan dan
pengetahuan dalam menyikapi globlasasi.
Bagi mahasisiwa
yang menyadari hal tersebut, ini merupakan sebuah tamparan keras yang
menyakitkan. Karena krisis karakter tersebut semakin memperburuk kualitas
bangsa dan pemudanya yang kini lebih senang dengan budaya Negara lain yang
sedang tren. Seharusnya kita bisa mengambil untung lebih dari adanya globlasasi
tersebut, kalau saja kita mau meneliti bagaimana budaya Negara asing bisa
sampai digrandungi oleh masyarakat dunia, seperti budaya orang korea, atau
demam K-Pop yang melanda kaula muda beberapa tahun ini. Kenapa hal tersebut
tidak dilakukan oleh bangsa kita?
Sudah saatnya
bangsa ini bangkit dari keterpurukan, sudah waktunya bangsa ini terbangun dari
tidur yang melenakan. Bukan waktunya lagi bangsa ini menganut bangsa lain,
karena bangsa ini memiliki kekayaan lebih disbanding bangsa lain. Sebagai
mahasiswa pemuda penerus bangsa, kesuksesan bangsa berada digenggaman kalian.
Berperanglah dengan cerdas, kerahkan pikiran dan munculkan ide-ide kreatif
kalian sebagai seorang ilmuan yang benar benar berwawasan luas dan berkarakter
Indonesia. Dengan selalu menjunjung tinggi martabat bangsa serta merawat
warisan budaya bangsa perwujudan rasa terima kasih kepada para pahlawan yang
merekan nyawanya demi membawa bangsa pada kemenangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar