Selasa, 21 Januari 2014

ARTIKEL MAHASISWA KREATIF SUKSESKAN BANGSA


MAHASISWA KREATIF SUKSESKAN BANGSA
Menjadi Pemuda Yang Berwawasan Internasional Dan Berkarakter Nasional
Sejenak mari kita kembali kepada sejarah Bangsa terdahulu di mana sudah  menjadi kewajiban bagi setiap Pemuda dan Mahasiswa dalam memperjuangkan pembangunan Bangsa. Mahasiswa dan Pemuda selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari unsur-unsur pelaku perubahan di negeri ini. Sebut saja sejak masa Kebangkitan Nasional 1920, Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi Kemerdekaan RI 1945, hingga masa awal Orde Baru 1966 dan Orde Reformasi 1998, Mahasiswa sebagai pemuda harapan bangsa senantiasa memberi kontribusi  positif serta memberi warna benderang terhadap dinamika perkembangan dan pembangunan bangsa dan negara Republik Indonesia.
Dalam proses pembangunan bangsa, Mahasiswa dan Pemuda merupakan kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan sebagai perwujudan dari fungsi, peran, karakteristik, dan kedudukannya yang strategis dalam pembangunan nasional. Mahasiswa dan pemuda memang erat kaitannya dengan perubahan.. Hal ini terbukti sejak dahulu sebagaimana yang dikatakan oleh bapak kita Ir. Sukarno “Berikan Aku Sepuluh Pemuda, maka akan Aku gunjangkan dunia”. Betapa besarnya perang pemuda dalam pembangunan bangsa menjadi lebih baik lagi. Oleh sebab itu perlu ditekankan kembali dalam benak para pemuda dan mahasiswa akan peran mereka tersebut.
Mahasiswa sebagai pemuda yang mendapatkan kesempatan istimewa untuk mengembangkan ilmunya dalam dunia pendidikan formal, memiliki peran yang lebih. Tak cukup dengan intelektualitas semata dalam membangun kesuksesan bangsa, dalam hal ini mahasisiwa bisa meningkatkan kreatifitas mereka. Sementara isu yang tersebar dikalangan masyarakat memandang mahasiswa sebagai pemberontak bangsa dengan aksi demonya yang disertai tindak anarkis. Sehingga banyak dari mahsiswa yang menjadi aktifis pendidikannya tertunda kelulusannya bahkan samapai di DO oleh Universitas. Lalu, mau dibawa kemana masa depan bangsa kita ini kalau pemudanya saja seperti itu?
Jika melihat fenomena yang terjadi sekarang memang bertolak belakang dengan prestasi pemuda yang terukir dalam sejarah Nasional. Namun, bagi para pemuda janganlah berkecil hati terlebih dahulu justru tantangan yang harus dihadapi semakin banyak dan tentunya berbeda dengan dahulu. Pemuda masa kini dituntut lebih bijak dalam menanggapi permasalahan-permasalahan yang ada. Lalu tindakan apa yang seharusnya mahasiswa lakukan untuk mengembalikan citra para pemuda masa lalu yang kini tinggal sejarah saja?
Sebagai agent of change mahasiswa dituntut bukan hanya menjadi bagian dari perubahan saja, melainkan pencetus perubahan itu sendiri. Sebagai agent of change, mahasiswa mempunyai tanggung jawab besar dalam membuat perubahan-perubahan mendasar dalam masyarakat, apalagi saat ini dinamika masyarakat begitu cepat berubah seiring perubahan global.
Untuk mensukseskan bangsa, tidak hanya dilakukan dengan pergi ke medan perang mangagkat senjata, melakukan peperangan. Ssudah bukan masanya lagi seperti itu, akan tetapi medan peperangan yang sedang dialami lebih komplek lagi, tak sekedar menguras tenaga otot melainkan juga tenaga otak terkuras habis untuknya. Maka dari itu sebagai pemuda bangsa, mahasiswa bisa mewujudkannya melalui jalan pendidikan yang selama ini ditempuh. Kalau diruntut segala sesuatu itu berawal dari pengetahuan dan pengetahuan didapat dari adanya pendidikan baik secara formal maupun non formal.
Keistimewaan yang dimiliki seorang mahasiswa akan semakin bersinar lagi dengan adanya tindakan yang berarti berangkat dari keahliannya memahami pendidikan dan pengaplikasiannya dalam kehidupan nyata. Mengenyam pendidikan saja dirasa kurang cukup untuk mengantarkan bangsa pada kesuksesan, meski diimbangi juga dengan penanaman karakter. Jadi pendidikan karakter dalam hal ini penting bagi seorang mahasiswa untuk bisa bersaing di kelas Dunia. Itulah yang jalan bisa mengantarkan bangsa pada pintu kesuksesan dengan menjadi mahsiswa yang berwawasan kelas internasional namun tetap dengan pribadi bangsa Indonesia. Karena diantara masalah yang melanda bangsa ini adalah terkikisnya karakter bangsa, penyakit ini banyak melanda kaula muda akibat kurangnya pengawasan dan pengetahuan dalam menyikapi globlasasi.
Bagi mahasisiwa yang menyadari hal tersebut, ini merupakan sebuah tamparan keras yang menyakitkan. Karena krisis karakter tersebut semakin memperburuk kualitas bangsa dan pemudanya yang kini lebih senang dengan budaya Negara lain yang sedang tren. Seharusnya kita bisa mengambil untung lebih dari adanya globlasasi tersebut, kalau saja kita mau meneliti bagaimana budaya Negara asing bisa sampai digrandungi oleh masyarakat dunia, seperti budaya orang korea, atau demam K-Pop yang melanda kaula muda beberapa tahun ini. Kenapa hal tersebut tidak dilakukan oleh bangsa kita?
Sudah saatnya bangsa ini bangkit dari keterpurukan, sudah waktunya bangsa ini terbangun dari tidur yang melenakan. Bukan waktunya lagi bangsa ini menganut bangsa lain, karena bangsa ini memiliki kekayaan lebih disbanding bangsa lain. Sebagai mahasiswa pemuda penerus bangsa, kesuksesan bangsa berada digenggaman kalian. Berperanglah dengan cerdas, kerahkan pikiran dan munculkan ide-ide kreatif kalian sebagai seorang ilmuan yang benar benar berwawasan luas dan berkarakter Indonesia. Dengan selalu menjunjung tinggi martabat bangsa serta merawat warisan budaya bangsa perwujudan rasa terima kasih kepada para pahlawan yang merekan nyawanya demi membawa bangsa pada kemenangan. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar